.

Header ads

Header ads

Pangkostrad Resmi Buka Pelatihan Bela Diri Militer Cakra di Sanggabuana, 250 Prajurit Digembleng Menjadi Pelatih Pencak Silat


KARAWANG - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), membuka Penataran Pelatih Bela Diri Militer (BDM) Cakra TA. 2019, bertempat di Daerah Latihan Kostrad, Sanggabuana, Karawang. Jawa Barat. Senin (18/03).

250 prajurit satuan jajaran Kostrad mengikuti  Penataran Pelatih Bela Diri Militer yang akan di selenggarakan selama 45 hari dibawah arahan pelatih Pencak Silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Pangkostrad, Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han) pada amanat pembukaan Penataran Pelatih Bela Diri Militer (BDM) Cakra TA. 2019 mengucapkan selamat datang di Daerah Latihan Kostrad Sanggabuana.

“Pada penataran ini, kalian akan dilatih dan digembleng untuk mencapai suatu kemampuan khusus BDM Cakra sebagai tuntutan bagi setiap prajurit Kostrad,” ujar Pangkostrad

“Kostrad sebagai satuan strategis TNI AD yang mempunyai tugas khusus, harus memiliki ciri dan identitas sendiri yang akan menjadi karakter dan kebanggaan bagi prajuritnya. Salah satunya adalah kemampuan Bela Diri Militer Cakra yang merupakan ilmu beladiri praktis, diambil dari warisan budaya bangsa Indonesia, yaitu Pencak Silat,” ungkap Pangkostrad.

Selanjutnya Pangkostrad menekankan kepada para peserta penataran beberapa hal untuk dipedomani selama pelaksanaan penataran. Pertama,  laksanakan Penataran Bela Diri Militer Cakra ini secara benar sesuai metode dan manajemen serta rencana latihan yang telah disiapkan dengan cermat dan dengan penuh kesungguhan, sehingga dapat meraih keterampilan dan kemampuan secara optimal. Kedua, manfaatkan waktu latihan dengan baik sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan kalian dalam menyelenggarakan Bela Diri Militer Cakra. Ketiga, perhatikan faktor keamanan, jaga dan pelihara kesehatan.  Hindari dan minimalkan cedera saat latihan dengan mengikuti semua perintah instruktur dan menerapkan metode latihan secara benar. Keempat, laksanakan evaluasi secara terus menerus, terhadap setiap materi latihan yang diberikan, sebagai bahan penyempurnaan dalam menghadapi latihan berikutnya.

Selesai upacara para pelatih dari Ikatan Pencak Silat Indonesia menunjukkan keterampilan beladiri perorangan, berpasangan maupun beregu dihadapan para tamu dan undangan, kemudian Pangkostrad menerima jaket dan senjata kujang yang diserahkan langsung oleh Ketua IPSI Jawa Barat, H.  Phinera Wijaya, dilanjutkan acara foto bersama. Hadir pada acara tersebut Pangdivif 1, 2 dan 3 Kostrad, Ir Kostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad dan para Kabalak Kostrad serta para Komandan Satuan jajaran Kostrad.


Posting Komentar

0 Komentar