-->

Iklan

Prajurit Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bantu BLK Kabupaten Keerom Ajarkan Menjahit Masker

Jumat, 18 September 2020, Jumat, September 18, 2020 WIB Last Updated 2020-09-18T04:43:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



Jakarta. Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos KM 31 membantu Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Keerom untuk mengajarkan masyarakat menjahit masker di Kampung Yamua, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.


Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Kamis (17/9).


Disebutkan Dansatgas bahwa kegiatan yang dilakukan Pos KM 31 tersebut sebagai bentuk upaya membantu pemerintah dalam memasok ketersediaan Masker di wilayah Kabupaten Keerom. 


“Mengingat Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini tak kunjung berakhir, sebagai bentuk kepedulian dalam pencegahan virus tersebut, kami beserta BLK Kabupaten Keerom menggelar pelatihan menjahit untuk membuat masker,” ungkap Dansatgas.


Dansatgas juga menambahkan kegiatan yang digelar merupakan wujud kepedulian Satgas dan BLK untuk memberikan keterampilan yang kemudian menjadi mata pencaharian peserta pelatihan. “Selain memberikan keterampilan menjahit, kami juga berharap dengan pelatihan yang kami berikan bersama BLK ini dapat menjadi bekal peserta untuk dikembangkan lagi menjadi mata pencaharian mereka,” tambahnya.


Tim Satgas yang dikomandoi oleh Serma Achmad juga turut memberikan inovasi dalam pembuatan motif masker tersebut. “Agar masker dinilai menarik, harus memiliki nilai yang baik khususnya dalam pemilihan motif yang sesuai dengan lingkungan dan budaya di wilayah ini,” ujar Achmad dalam memberikan masukan kepada para peserta pelatihan.


Selaku Koordinator Pelatihan, Ibu Kustiyah (45) mengucapkan terima kasih atas bantuan pelatihan yang diberikan Satgas kepada para peserta pelatihan. “Kami berharap ilmu yang diberikan Satgas dapat menjadi representasi dan bekal untuk menjadi penjahit yang sukses dan berhasil,” tutur Kustiyah kepada peserta pelatihan. (Pen)


Komentar

Tampilkan

Terkini